BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Proses seleksi dimulai
setelah kumpulan para pelamar yang memenuhi syarat didapatkan melalui
penarikan, Proses ini melibatkan serangkaian tahap yang menambah kompleksitas
dan waktu sebelum keputusan pengadaan personal diambil.Proses seleksi adalah
pusat manajemen personalia. Analisa jabatan, perencanaan sumber daya manusia,
dan penarikan dilakukan terutama untuk membantu seleksi personalia.
Para manajer personalia menggunakan proses seleksi untuk
mengambil keputusan penerimaan karyawan baru. Proses seleksi tergantung pada
tiga masukan penting. Informasi analisis jabatan memberikan deskripsi jabatan,
spesifikasi jabatan dan standar-standar prestasi yang diisyaratkan jabatan.
Rencana-rencana sumber daya manusia memberitahukan kepada manajer personalia
bahwa ada lowongan pekerjaan. Akhirnya, penarikan agar manajer personalia
mendapatkan sekelompok orang yang akan dipilih. Ketiga masukan ini sangat
menentukan efektivitas proses seleksi.
Disamping itu, manajer personalia harus menghadapi paling
tidak tiga tantangan, yaitu tantangan-tantangan suplai, ethis dan
organisasional. Berbagai tantangan ini sering menjadi kendala proses seleksi.
1.2 Tujuan
1.
Tujuan
Umum
Agar
mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang seleksi penerimaan karyawan
baru
2.
Tujuan
Khusus
Agar
mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang :
·
pengertian seleksi
·
Tangtangan dalam seleksi
·
Langkah-langkah dalam seleksi
·
Hasil seleksi dan umpan balik
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN SELEKSI
Proses seleksi adalah serangkaian langkah kegiatan yang
digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak.
Proses seleksi adalah pusat manajemen personalia. Analisa
jabatan, perencanaan sumber daya manusia, dan penarikan dilakukan terutama
untuk membantu seleksi personalia.
Proses seleksi
dimulai setelah kumpulan para pelamar yang memenuhi syarat didapatkan melalui
penarikan, Proses ini melibatkan serangkaian tahap yang menambah kompleksitas
dan waktu sebelum keputusan pengadaan personal diambil.
2.2 TANTANGAN DALAM SELEKSI
Para manajer personalia disetiap seleksi penerimaan
karyawan baru ada tantangan yang harus dihadapi diantaranya :
· Tantangan Suplai
Semakin besar jumlah pelamar yang Qualified maka akan
semakin mudah bagi manajemen personalia untuk memilih karyawan yang
berkualitas. Tetapi dalam kenyataannya saat ini banyak lowongan jabatan seperti
kebutuhan manajer profesional sangat sulit dipenuhi
· Tantangan Ethis
Kita sering mendengar dan mengenal sistem kekeluargaan
(family system) dalam proses seleksi atau penerimaan karyawan. Masalah ini
merupakan salah satu tantangan bagi manajemen personalia maupun para
manajemen organisasi lainny adalam pengadaan SDM. Keputusan – keputusan seleksi
sangat dipengaruhi oleh etika para manajer. Jika mereka memasukan keluarga
padahal pekerjaan tersebut tidak tepat untuk keluarganya maka hasil yang
didapatkan tidak memuaskan.
· Tantangan Organisasi
Proses seleksi bukan merupakan tujuan akhir tetapi
prasarana dengan mana organisasi berupaya untuk mencapai tujuan – tujuan dan sarana.
Secara alamiah organisasi atau perusahaan menghadapi keterbatasan seperti
anggaran, perbedaan jenis kelamin dan lain -lain.
2.3 LANGKAH-LANGKAH DALAM PROSES SELEKSI
1. PENERIMAAN PENDAHULUAN
Organisasi memilih karyawan dan para pelamar memilih perusahaan.
Seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke kantor personalia atau dengan
permintaan tertulis untuk aplikasi .bila pelamar datang sendiri,
wawancara pendahuluan dapat dilaukuakan untuk membantu menghilangkan
kesalahpahaman dan menghindari pencarian informasi dari sumber tidak resmi
(jalur belakang) dan selanjutnya memeriksa berkas -berkas informasi lamaran.
2.
TES – TES PENERIMAAN
Tes -tes penerimaan sangat berguna untuk mendapatkan
informasi yang relatif obyektif tentang pelamar yang dapat dibandingakan dengan
para pelamar lainnya dan para pekerja sekarang. Tes – tes penerimaan ini
merupakan berbagai peralatan bantu yang menilai kemungkinan paduannya anatara
kemampuan, pengalaman, kepribadian pelamar, kegiatan kurikulum formal, prestasi
yang diraih masa lalu dan persyaratan jabatan.
Agar tes dapat meloloskan pelamar harus Validitas dan
reliabilitas, dimana Validitas bererti bahwa skor – skor tes mempunyai hubungan
yang berarti dengan prestasi kerja sedangkan Reliabilitas berarti bahwa tes
seharusnya menghasilkan skor – skor secara konsisten setiap waktu seorang
pelamar melekukannya. Bentuk – bentuk tes yang diadakan bermacam – macam
diantarannya tes psikologi dimana tes tersebut mengukur kepribadian, bakat
minat, kecerdasan dan keinginan berprestasi. Lalu ada tes pengetahuan dimana
tes ini menguji informasi atau pengetahuan para pelamar. Selain tes
psikologi dan tes pengetahuan ada tes Performance Tests yaitu tes yang mengukur
kemampuan para pelamar untuk melaksanakan berbagai bagian pekerjaan yang akan
dipegangnya misalnya tes mengetik untuk menguji seberapa jauh para pelamar
kecepatan mengetiknya.
3.
WAWANCARA SELEKSI
Wawancara seleksi merupakan percakapan formal dan
mendalam yang dilakukan untuk mengevalusikan hal dapat diterimanya atau tidak
(acceptablity) seorang pelamar. Wawancara mempunyai tingkat fleksibelitas
tinggi karena dapat diterapkan baik kepada para calon karyawan manajemenrial
atau operasional, berketerampilan tinggi atau rendah, maupun staf. Teknik ini
memungkinkan pertukaran informasi 2 arah, pewawancara yang mempelajari pelamar
dan sebaliknya pelamar mempelajari perusahaan. Tipe – tipe wawancara beragam
ada wawancara individu dimana jumlah pewawancaranya cuma satu demikian juga
jumlah pelamarnya, dan ada juga wawancara kelompok dimana jumlah pewawancaranya
dua atau lebih dan pelamar satu, dua atau lebih. Format wawancara juga sangat
beragam macamnya diantaranya :
· Tidak terstruktur (Unstructured)
Pertanyaan – pertanyaan yang terjadi secara spontan
dibuat selama wawancara berlangsung, berguna bila pewawancara berusaha untuk
membantu orang yang diwawancara memecahkan masalah – masalah pribadi atau
memahami mengapa dia tidak tepat untuk suatu pekerjaan.
· Terstruktur (structured)
Suatu daftar pertanyaan ditentukan sebelumnya, biasanya
diajaukan kepada semua pelamar. Berguna untuk memperoleh hasil – hasil yang
valid terutama bila jumlah pelamar sangat banyak.
· Campuran (mixed)
Kombinasi pertanyaan tidak terstruktur dan
terstruktur. Menghasilkan jawaban – jawaban yang dapat dibandingkan dan
pandangan – pandangan tajam.
· Pemecahan Masalah
Pertanyaan yang dibatasi pada berbagai situasi
hipotesis. Berguna untuk mengetahui penalaran dan kemampuan analitis pelemar
dibawah kondisi stress yang moderat.
· Stress interview
Serangkaian gertakan dalam pertanyaan yang dimaksud
untuk membuat nervous pelamar. Berguna untuk pekerjaan yang penuh stress
seperti penangan keluhan – keluhan.
Kesalahan – kesalahan wawancara bisa
disebabkan oleh pewawancara atau orang yang diwawancarai diantaranya kesalahan
wawancara sebagai berikut :
1. Halo Efect
Kesalahn ini terjadi bila pewawancara menggunakan
informasi terbatas tentang pelamar untuk berprasangka dalam evaluasi terhadap
karakteristik – karakteristik lain pelamar. Misalnya seorang pelamar mempunyai
senyuman yang menarik (apalagi kalau cantik atau ganteng) dan simpatik
diberlakuakan sebagai calon unggulan sebelum wawancara dimulai.
2. Leading questions
Kesalahan ini akibat pewawancara kurang tepat dalam
memberi pertanyaan -pertanyaan wawancara. Misalnya apakah saudara setuju bahwa
laba adalah penting?
3. Personal biases
kesalahan ini merupakan hasil prasangka pribadi
pewawancara terhadap kellompok – kelompok tertentu. Misalnya, saya lebih
menyukai personalia penjualan yang berbadan tinggi.
4. Dominasi pewawancara
Kesalahan ini terjadi karaena pewawancara menggunakan
waktu untuk membual kepada pelamar,
menyombongkan keberhasilan, atau melakukan
percakapan sosial. Misalnya, penggunaan waktu wawancara untuk menceritakan
rencana –rencana perusahaan.
4. PEMERIKSAAN REFERENSI
Pemeriksaan referensi dilakukan dengan beberapa cara
diantaranya Personal references yaitu biasanya diberikan
kepada keluarga atau teman – teman terdekat baik yang ditunjuk oleh
pelamar sendiri atau diminta perusahaan. Bila referensi diserahkan secara
tertulis pemberi referensi biasanya hanya menekankan hal -hal positif. Oleh
karena itu, referensi pribadi ini pada umunya jarang digunakan. Selain Personal
references ada juga Employment references yaitu menyangkut latar belakang pekerja
atau pengalaman pekerja.
5. EVALUASI MEDIS
Evaluasi medis ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan
karena untuk mengetahui tingkat kesahatan karyawan dan kekuatan karayawan dalam
menyelsaikan tugas – tugas pekerjaan nantinya. Di samping itu evaluasi medis
memungkinkan perusahaan untuk menekan biaya perawatan kesehatan, asuransi,
mengetahui kesehatan fisik dan bisa mengeatasi setress mental suatu
pekerjaan
6. KEPUTUSAN PENERIMAAN
Keputusan penerimaan karyawan menandai berakhirnya
proses seleksi, Hasil akhir ini adalah merupakan pemilihan karyawan – karyawan
baru yang kompeten di bidangnya, keputusan penerimaan karyawan ini bisa di
putuskan oleh bagian personalia, atasan, atau kedua – duanya saling memutuskan
karyawan yang terbaik.. Bagi karyawan yang ditolak seharusnya perusahaan
menyimpan blangko lamaran meraka untuk dijadikan informasi yang akan datang.
7. EVALUASI
Evaluasi karyawan baru harus diperhatikan dari
absensi, prestasi kerja,dan kegiatan pekerjaan yang karyawan lakukan secara
berkala untuk memaksimalkan produktifitas kerja. Hasil akhir penerimaaan
karyawan baru ini bukan merupakan akhir suatu perusahaan berhasil tetapi
merupakan awal perusahaan merintis kedepannya maju atau tidak.
2.4
HASIL SELEKSI DAN UMPAN BALIK
Hasil akhir proses seleksi adalah orang yang diterima
sebagai karyawan baru. Bila masukan-masukan seleksi diperhatikan dengan seksama
dan langkah-langkah dalam proses seleksi diikuti secara benar, maka para
karyawan baru akan merupakan sumber daya manusia yang produktif. Dan karyawan
produktif adalah bukti paling baik suatu proses seleksi yang efektif.
Untuk mengevaluasi baik karyawan baru maupun proses
seleksi diperlukan umpan balik. Umpan balik ini mungkin mencakup informasi
tentang kepuasan karyawan, perputaran dan absensi, prestasi kerja, kegiatan
serikat kerja, atau sikap penyelia. Umpan balik yang konstruktif diperoleh
melalui diperoleh melalui serangkaian pertanyaan tertentu. Bagaimana karyawan
baru menyesuaikan diri dengan organisasi? Bersikap terhadap pekerjaan? Terhadap
karier dimana pekerjaan merupakan salah satu komponen? Dan akhirnya, bagaimana
karyawan melaksanakan pekerjaan? Jawaban-jawaban untuk masing-masing pertanyaan
tersebut memberikan umpan balik tentang karyawan baru dan proses seleksi.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Proses seleksi adalah serangkaian langkah kegiatan yang
digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak. Langkah-langkah
ini mencakup pemaduan kebutuhan-kebutuhan kerja pelamar dan organisasi. Dalam
banyak departemen personalia, penarikan dan seleksi digabungkan dan disebut
Employment function.
Proses seleksi adalah pusat manajemen personalia. Analisa
jabatan, perencanaan sumber daya manusia, dan penarikan dilakukan terutama
untuk membantu seleksi personalia.
Proses seleksi dalam teorinya sangat mudah namun
sebenarnya seleksi sangatlah rumit dibandingkan teorinya. Departemen personalia
dapat menggunakan berbagai prosedur seleksi untuk membandingkan pelamar dengan
spesifikasi jabatan.